PA031: Orang Samaria: Kasih pada Tetangga
Orang Samaria: Kasih pada Tetangga
(25) Pada waktu itu berdirilah seorang ahli Taurat untuk mencobai Yesus, katanya: "Guru, apa yang harus kuperbuat untuk memperoleh hidup yang kekal?" (26) Jawab Yesus kepadanya: "Apa yang tertulis dalam hukum Taurat? Apa yang kaubaca di sana?" (27) Jawab orang itu: "Kasihilah TUHAN, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap kekuatanmu dan dengan segenap akal budimu, dan kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri." (28) Kata Yesus kepadanya: "Jawabmu itu benar; perbuatlah itu, maka engkau akan hidup." (29) Tetapi untuk membenarkan dirinya orang itu berkata kepada Yesus: "Dan siapakah sesamamu manusia?" (30) Jawab Yesus: "Adalah seorang yang turun dari Yerusalem ke Yerikho; ia jatuh ke tangan penyamun-penyamun yang bukan saja merampoknya habis-habisan, tetapi yang juga memukuhnya dan yang meninggalkannya setengah mati. (31) Kalangan seorang imam turun melalui jalan itu; tetapi ketika ia melihat orang itu, ia melewatinya dari seberang jalan. (32) Demikian pula seorang Lewi datang ke tempat itu; ketika ia melihat orang itu, ia melewatinya dari seberang jalan. (33) Lalu datanglah seorang Samaria, yang sedang dalam perjalanan, ke tempat itu; dan ketika ia melihat orang itu, tergeraklah hatinya oleh belas kasihan. (34) Ia pergi kepadanya lalu membalut luka-lukanya, sesudah ia menyiraminya dengan minyak dan anggur; kemudian ia menaikkan orang itu ke atas keledai tunggangannya sendiri lalu membawanya ke tempat penginapan dan merawatnya. (35) Keesokan harinya ia menyerahkan dua dinar kepada pemilik penginapan itu, katannya: Rawatlah dia dan jika ada belanja tambahan akan kuganti waktu aku kembali. (36) Siapakah di antara ketiga orang ini adalah sesama manusia bagi orang yang jatuh ke tangan penyamun itu?" (37) Jawab orang itu: "Kasihanilah dia." Kata Yesus kepada perbuatlah demikian.
Uraian Pelajaran:
Kisah ini menceritakan seorang pelintas yang terluka parah akibat dirampok di jalan. Seorang imam dan orang Lewi sempat lewat, tetapi mereka hanya melewatinya begitu saja tanpa peduli. Sebaliknya, seorang Samaria yang sering dipandang rendah justru berhenti menolong. Hatinya tergerak oleh belas kasihan melihat penderitaan sesama.
Ia memakai minyak, anggur, keledai, serta uangnya sendiri untuk merawat orang yang terluka tanpa memandang suku atau asal-usul. Allah menghendaki umat TUHAN menyatakan belas kasihan lewat tindakan dalam keseharian. Kasih yang tulus tidak dibatasi oleh perbedaan jasmani.
Perhatikan dan Jawablah:
Apa yang mendorong orang Samaria mau berhenti dan menolong orang yang sedang terluka di jalan?
"Hiduplah sebagai orang merdeka dan bukan seperti mereka yang menyalahgunakan kemerdekaan itu untuk menyelubungi kejahatan mereka." (1 Petrus 2:16)
Penerapan dan Komitmen:
Silakan Bp/Ibu/Sdr menerapkan kebenaran dari pelajaran dalam kehidupan dan berkomitmen untuk bersikap/ berlaku yang sesuai kebenaran.
Terima kasih telah menyelesaikan pelajaran ini.
← Kembali ke Ruang Kelas



